Ilmu Pengetahuan dan TeknologiSeputar CianjurWarung

Mulai dari Babadotan Hingga Cecendet, Inilah 12 Tanaman Obat Mujarab yang Dikenal Warga Cianjur




#INFOCJR – Para orang tua dan nenek moyang kita termasuk orang tua yang ada di Cianjur Jawa Barat sudah lama mengenal pengobatan berbagai penyakit atau luka-luka dengan aneka tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar. Berikut ini 10 contoh tanaman obat yang sering digunakan warga Cianjur terutama oleh para orang tua dulu.

1. Babadotan (Ageratum conyzoides)

Babadotan

Bandotan adalah sejenis gulma pertanian anggota suku Asteraceae. Tanaman Babadotan adalah tanaman yang berwarna hijau segar dengan batang yang lunak. Tanaman ini tingginya hanya beberapa senti saja. Tanaman babadotan mempunyai sejenis bunga yang menjulang yang terdapat di bagian tengah tanaman ini. Inilah beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan menggunakan daun babadotan ini.

Sakit telinga bagian tengah akibat radang

Daun babadotan ini dapat dijadikan sebagai obat penyembuh radang telinga yang dapat menyebabkan rasa sakit pada telinga bagian tengah. Jika biasanya Anda langsung membawa ke dokter atau klinik, sekarang Anda dapat menggunakan resep dari daun babadotan ini sebagai salah satu alternatif untuk menyembuhkan sakit telinga Anda. Caranya dengan menggunakan air perasan daun babadotan ini. Pertama cuci daun babadotan segar dengan jumlah yang sekiranya cukup, lalu tumbuklah sampai halus.

Kemudian setelah ditumbuk, peras dan saringlah airnya. Kemudian gunakan air perasan yang terkumpul tersebut sebagai obat tetes telinga. Gunakan sehari empat kali. Setiap pengobatan gunakan sebanyak 2 tetes air tersebut. Lakukan kebiasaan ini setiap hari hingga telinga Anda sembuh.

Luka yang menimbulkan darah, bisul, dan eksim

Manfaat daun babadotan ini juga merupakan obat bagi penyakit luka yang berdarah, bisul, dan eksim. Ketiga penyakit ini merupakan penyakit- penyakit yang berhubungan dengan kulit manusia. Cucilah daunbabadotan yang masih segar dengan jumlah yang sekiranya cukup sampai bersih, kemudian tumbuk sampai halus. Setelah itu turapkan ramuan tumbukan daun babadotan tersebut ke bagian tubuh yang sakit. Kemudian baluk dengan menggunakan perban. Lakukan penggantian perban sebanyak 3 hingga 4 kali sehari. Lakukan kebiasaan ini setiap hari hingga luka sembuh.

Menyembuhkan borok

Borok merupakan salah satu penyakit kulit yang juga bisa diderita oleh siapa saja. Borok ini umumnya terjadi bagian kulit kepala. Borok ini ditandai dengan rasa yang gatal dan juga keluarnya darah sari luka tersebut. Penyakit borok yang sering membuat malu penderitanya ini ternyata dapat disembuhkan dengan daun babadotan. Seperti halnya cara penyembuhan penyakit luka ataupun bisul, pertama cuci daun babadotan yang masih segar secukupnya hingga bersih.

Lalu tambahkan sekepal nasi basi dan juga seujung sendok teh garam, kemudian giling hingga halus. Turapkan ramuan gilingan tersebut pada borok atau tempat yang sakit. Lalu balutlah dengan perban. Jangan lupa untuk sering mengganti perban ini. Lakukan kebiasaan ini hingga luka borok sembuh.

Rematik atau asam urat

Rematik (reumatik) atau asam urat ini dapat disembuhkan dengan daun babadotan. Atau bengkak karena keseleo juga dapat disembuhkan dengan daun babadotan. Langkah- langkah pengobatannya yaitu: sediakan 1 genggam daun beserta batang muda tumbuhan babadotan yang masih segar, satu kepal nasi basi dan ½ sendok teh garam. Kemudian cucilah daun dan batang hingga bersih, kemudian tumbuk daun dan batang muda tersebut bersama dengan nasi dan juga garam. Kemudian setelah menjadi adonan menyerupai bubur kental, oleskan adonan tersebut di bagian sendi yang sakit atau bengkak sambil dibalut dengan menggunakan perban. Diamkan selama 1 hingga 2 jam, kemudian lepaskan balutan. Lakukan perawatan seperti ini sebanyak 2 hingga 3 kali sehari sampai luka benar- benar sembuh.

Pendarahan pada rahim

Bagi perempuan, siapa saja bisa terkena resiko pendarahan pada rahim. Terutama bagi perempuan yang rahimnya kurang kuat. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah pendarahan pada rahim ini. Selain menggunakan pengobatan dari medis atau dokter, dapat pula digunakan dari ramuan- ramuan tradisional. Salah satunya dengan menggunakan daun babadotan. Rebus 10 hinhha 15 gram daun babaditan dalam 2 gelas air, biarkan hingga tersisa satu gelas air saja. Setelah dingin, saring air rebusan tersebut dan air saringannya diminum sekaligus. Buatlah ramuan ini dan minumlah sebanyak 2 hingga 3 kali sehari. Lakukan hingga pendarahan berhenti.

Tumor rahim

Salah satu penyakit berat yang diderita manusia adalah jenis tumor. Ternyata daun babadotan yang sering tumbuh liar ini adalh obat dari salah satu penyakit berat, yaitu tumor rahim. Pengobatan tumor rahim dengan menggunakan daun babadotan ini dilakukan dengan cara meminum air rebusannya. Rebus 30 hingga 60 gram daun babadotan kering segar atau 15 hingga 30 gram daun babadotan kering ke dalam tiga gelas air, biarkan hingga tersisa hanya satu gelas. Kemudian air rebusan ini diminum satu gelaa sehari. Lalukan kebiasaan ini secara rutin.

Sakit tenggorokan

Sakit tenggorongak merupakan penyakit yang sangat mengganggu. Penyakit ini biasa menyertai ketika kita mengalami flu. Sakit tenggorokan ini dapat disembuhkan dengan menggunakan ramuan daun babadotan. Caranya, cuci 30 hingga 60 gram daun babaditan segar hingga bersih, kemudian peras dan saring airnya. Lalu tambahkan larutan gula batu ke dalam air perasan tersebut secukupnya, dan aduklah sampai rata. Minumlah ramuan ini tiga kali sehari hingga tenggorokan sembuh.

Malaria dan influenza

Ternyata daun babadotan ini juga bisa digunakan sebagi obat dari penyakit malaria yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Untuk menyembuhkan malaria dan juga influenza, Anda harus merebus 15 hingga 30 gram daun babadotan kering dalam 2 gelas air, biarkan hingga tersisa satu gelas air saja. Setelah dingin, saring dan minum air tersebut. Lakukan hal ini 2x sehari.

Kembung, mulas, dan muntah

Ketiga masalah ini merupakan maslah pencernaan yang dialami oleh kita. Untuk mengobatinya, caranya yaitu dengan mencuci satu buah saja tanaman babadotan dengan ukuran sedang, lalu potong- potong seperlunya. Kemudian rebus dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas saja. Setelah dingin lalu saring dan minum sebanyak 2 hingga 3 kali sehari.

Merawat rambut

Daun babadotan ini juga digunakan sebagai tanaman perawat rambut. Caranya denganmenumbuk daun dan batang tanaman ini, lalu oleskan pada rambut dan biarkan selama 2- 3 jam dengan menutupnya, kemudian bilas.

2. Tanaman Obat Herbal Seledri (Apium Graviolens)

Seledri memiliki nama ilmiah apium graveolens, merupakan sayuran dalam keluarga tanaman jenis apiaceae. Manfaat daun seledri antara lain menjadi sumber zat baik dari zat antioksidan dan beberapa vitamin lainnya, contohnya vitamin dan mineral seperti vitamin K, vitamin C, kalium, asam folat dan vitamin B6.

Penasaran manfaat apa yang ada pada daun seledri?

Menurunkan kadar kolesterol tubuh

Manfaat daun seledri yang tidak disangka adalah memiliki kandungan zat yang dapat menurunkan kolesterol, pastinya setelah itu berdampak baik bagi kesehatan jantung. Ekstrak daun seledri dapat menurunkan kolesterol, trigliserida, dan lipoprotein densitas rendah (low-density lipoprotein) pada penelitian yang dilakukan pada hewan coba tikus yang menjalani diet tinggi lemak.

Mengandung anti oksidan dan anti inflamasi

Manfaat daun seledri yang satu ini sangat berguna bagi kesehatan. Ya, seledri mengandung zat antioksidan. Daun seledri mengandung banyak senyawa fenolik yang dapat memiliki sifat sebagai antioksidan dan aktif melawan radikal bebas. Daun seledri juga mengandung apiin dan apiuman yang dapat menekan proses peradangan.

Melindungi hati

Ekstrak metanol dari biji seledri ternyata mampu melindungi hati dari kerusakan akibat paracetamol dan karbon tetra klorida yang dilakukan di sebuah studi. Pada saat hati mengalami kerusakan, pemeriksaan laboratorium dapat menunjukkan hasil yang abnormal seperti peningkatan albumin, SGOT, SGPT, dan total protein. Namun ternyata dalam sebuah studi, ekstrak dari daun seledri dapat menurunkan hasil-hasil abnormal tersebut. Ketika jaringan hati dilihat di bawah mikroskop, ternyata terlihat adanya perbaikan struktur jaringan hati setelah pemberian ekstrak daun seledri.

Melindungi lapisan lambung

Studi pada tikus menunjukkan bahwa kstrak ethanol dari biji seledri ternyata dapat melindungi lapisan lambung dan menekan produksi asam lambung. Efek ini diduga merupakan hasil dari antioksidan-antioksidan yang ditemukan pada ekstrak ini seperti flavonoid dan tannin.

Pengusir nyamuk dan pembunuh larva

Minyak biji seledri dapat digunakan untuk membunuh larva Aedes Aegypti, yang merupakan nyamuk yang mengakibatkan demam berdarah dengue. Suatu penelitian juga mengatakan minyak seledri dengan campuran 5% vanillin dapat mengusir nyamuk dan bahkan lebih baik dari beberapa pengusir nyamuk komersil.

Menurunkan tekanan baru

Seledri memiliki N-butylphthalide yang memiliki efek menurunkan tekanan darah. N-butylphthalide dan sedanolide adalah zat-zat yang terdapat pada minyak seledri yang menimbulkan aroma khas seledri. Pada suatu studi pada tikus hewan coba, ekstrak biji seledri dapat menurunkan tekanan darah pada tikus yang mengalami hipertensi.

3. Kembang Korejat (Isotoma longiflora)

Korejat

Sering orang menganggap tanaman korejat sebagai gulma, karena tumbuh di sekitar selokan, pematang sawah, bebatuan, dan tempat-tempat lembab. Tanaman semak dengan nama ilmiah Isotoma longiflora ini juga punya sejumlah nama lokal selain korejat. Di antaranya Kitolod, Daun Tolod (Sunda), Kendali, Sangkobak (Jawa).

Secara fisik, tanaman dari famili Campanulaceae yang berasal dari Hindia Barat ini, memiliki ciri-ciri daun hijau tua dengan ujung bergerigi. Umumnya daun tanaman korejat memiliki panjang 5-17 cm dan lebar daun 2-3 cm.

Korejat juga memiliki bunga tunggal yang berdiri tegak berwarna putih cerah dan pada mahkotanya membentuk seperti bintang. Ini alasan sebagian orang menyebut Isotoma longiflora sebagai tanaman bunga bintang.

Beberapa kandungan pada tanaman korejat ini di antaranya senyawa alkaloid seperti lobiline, lobelamine, dan isotamine. Adapun kandungan senyawa alkaloid yaitu senyawa basa bernitrogen seperti halnya oksigen atupun nitrogen. Efeknya, tumbuhan ini memiliki rasa pahit, getir saat kita merasakanya menggunakan lidah.

Dari penelitian yang telah dipublikasikan melalui beberapa jurnal ilmiah, tanaman korejat telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Daun korejat dapat diolah menjadi obat berbagai macam penyakit seperti sakit gigi, asma, bronkitis, radang tenggorokan, dan lain-lain.

Bunga dari tanaman ini juga dipakai mengobati penyakit mata seperti rabun, katarak, mata minus, dan mata plus. Di tengah masyarakat Sunda termasuk di Cianjur, pengobatan mata memakai kembang korejat bahkan sudah lama dilakukan secara turun-temurun hingga kini.

Cara pakainya sangat mudah. Ambil tiga bunga korejat, cuci hingga bersih, lalu celupkan ke dalam segelas air bersih. Setelah didiamkan beberapa menit, air bunga korejat ini sudah siap dijadikan obat tetes mata alami pengganti obat tetes mata berbahan kimia.

Bagi mereka yang belum pernah menggunakannya, tetesan air bunga korejat ini akan terasa sedikit perih di mata. Rasa pedih juga bisa terjadi apabila penyakit mata yang dialami seseorang cukup serius seperti pada penderita katarak. Pengobatan katarak menggunakan air bunga korejat dapat dilakukan tiga sampai empat kali dalam sehari.

Menurut pendapat para peneliti dan pakar tumbuhan, walaupun tanaman korejat memiliki banyak khasiat bagi tubuh manusia, tumbuhan korejat ini tidak baik jika terlalu sering dikonsumsi atau dikonsumsi dalam takaran berlebih.

Sebab, getah tanaman korajat ini memiliki zat beracun. Sehingga, maksimal dalam sekali penggunaan tidak boleh lebih dari tiga bunga atau tiga lembar daun. Tentu akan lebih baik menggunakan segala sesuatu, tidak berlebih dan menggunakannya secara bijak.

4. Cangkudu atau Mengkudu (Morinda citrifolia)

Mengkudu

Ciri-ciri tanaman mengkudu tidak begitu besar, tingginya sekitar 4 sampai 6 meter. Batang pace bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan tanaman mengkudu berakar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang pace berwarna cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuningan, berbelah dangkal, tidak berbulu, anak cabangnya bersegi empat. Dan buahnya mula-mula berwarna hijau, menjelang masak warna buah menjadi putih kekuningan, dan setelah matang buahnya akan berwarna putih transparan dan lunak.

Khasiat dan manfaatnya mengkudu bisa menjadi obat sakit kepala, menurunkan tekanan darah tinggi, melancarkan sistem pencernaan, mengobati asam urat, mengobati sakit kuning dan membantu mencegah penyakit jantung koroner.

5. Daun Seureuh atau Daun Sirih (Piper Betle)

Daun Sirih atau Seureuh

Ciri-ciri tanaman sirih pohonnya bisa mencapai tinggi 10 meter. Batang sirih warnanya coklat agak kehijauan, memiliki bentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal memiliki bentuk seperti jantung, ujungnya runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan wangi yang sedap apabila kita remas. Panjang daun sirih sekitar 5 sampai 8 cm dan lebar 2 sampai 5 cm.

Khasiat dan manfaatnya daun sirih ini dapat menyembuhkan penyakit asma, radang tenggorokan, menghilangkan bau badanyang tidak sedap, untuk mengobati sakit mata, sebagai obat mimisan, mengobati sakit gigi, dan mengatasi keputihan.

6. Lidah Buaya (Aloe Vera)

Lidah Buaya

Ciri-ciri tanaman ini tingginya 30 sampai 50 cm. Daun tunggal, berdaging tebal, dan bergetah bening. Bentuk daun memanjang dan ujungnya runcing, tepi berduri. Panjang daun mencapai 30 sampai 50 cm, lebar 2 sampai 10 cm. Warna daun tanaman lidah buaya hijau muda dihiasi bercak-bercak putih di kulitnya.

Khasiat dan manfaatnya sebagai bahan penyubur rambut, perawatan kecantikan, mengobati sakit kulit, sebagai penyembuh luka, serta peredam rasa panas pada luka bakar dan obat kanker.

7. Belimbing (Averrhoa Carambola)

Blimbing

Ciri-ciri pohon belimbing yaitu berbatang banyak dan berbatang keras dengan tingginya 5 sampai 12 meter. Buahnya seperti buni, berbentuk bulat memanjang sekitar 4 sampai13 cm, dengan rusuk yang tajam dengan kulit buah yang tipis. Warna buahnya hijau bila masih muda dan kuning jika sudah matang.

Khasiat dan manfaatnya belimbing manis banyak mengandung vitamin A, B, C, protein, kalsium dll. Selain rasanya yang enak belimbing juga mampu menjadi obat kolestrol tinggi, mengatasi hipertensi, menurunkan berat badan dan penurun darah tinggi.

8. Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi)

Blimbing Wuluh

Biasanya disebut juga dengan belimbing sayur oleh masyarakat. Ciri-ciri Pohon belimbing wuluh yaitu pohonnya kecil tinggi sekitar 10 meter dengan diameter pangkal batang mencapai 30 cm. Batangnya bergelombang dan tidak rata.

Daun belimbing sayur merupakan daun majemuk sepanjang 30 sampai 60 cm dengan 11 sampai 45 pasang anak daun. Anak daun belimbing wuluh memiliki warna hijau, tangkainya pendek, berbentuk bulat hingga bentuknya jorong dengan ujung agak runcing, pangkal membulat, tepi daun rata, panjang 2 sampai 10 cm, lebar 1 sampai 3 cm.

Khasiat dan manfaatnya yaitu untuk mengobati hipertensi, mengobati penyakit gondongan, mengatasi sakit diabetes, sebagai obat sariawan dan juga sebagai obat jerawat.

9. Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza)

Temulawak

Ciri-ciri tanaman ini yaitu dengan terna berbatang semu dengan tinggi hingga lebih 1 meter tetapi tidak lebih dari 2 meter. Dengan daun berwarna hijau atau coklat keunguan, panjangnya 30 cm-85 cm dan lebarnya 10-18 cm.

Khasiat dan manfaatnya memiliki yaitu temulawak memiliki kandungan kurkumin yang berguna sebagai anti radang ataupun anti keracunan empedu. Temulawak mampu mencegahnya karena temulawak mampu mengobati sakit hepatitis B yang berperan sebagai faktor utama penyakit kanker hati.

10. Daun Jarak (Ricinus Communis)

Daun Jarak

Biasanya dikenal juga kaliki atau kalek. Ciri-ciri pohon jarak ini yaitu memiliki batang bulat dan sedikit licin, memiliki rongga dan berbuku-buku karena bekas tangkai daun, serta berwarna hijau kemerah-merahan.

Khasiat dan manfaatnya, pada akarnya sebagai anti rematik dan mampu menenangkan. Pada bijinya terasa manis, pedas namun netral. Biji jarak banyak digunakan sebagai obat kanker rahim, hernia, rematik, TBC dan sebagainya.

11. Daun Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus)

Kumis Kucing

Tanaman ini memiliki ciri semak pendek dengan batang yang agak berkayu dan berbulu halus. Daunnya berbentuk bundar, sedikit lonjong dan memanjang. Tepi daunnya bergerigi dan berbulu halus, ujung dan pangkalnya meruncing.

Khasiat dan manfaatnya untuk mengobati infeksi kandung kemih, kencing batu, encok, bengkak kandung kemih, infeksi saluran kencing dan keputihan.

12. Cecendet atau Ciplukan (Physalis Angulata)

Cecendet atau Ciplukan

Biasanya dikenal juga dengan sebutan cecendet, cecenet, kopok-kopokan, ceplukan. Ciri-ciri tanaman ciplukan yaitu tinggi kurang lebih 50 cm. Berdaun tunggal, bulat telur dengan ujung runcing. Panjang daun 3 sampai 15 cm, lebar 2 sampai 13 cm. Warna daun hijau.

Khasiat dan manfaatnya untuk mengobati diabetes mellitus, mengobati sakit tenggorok, batuk rejan, gondongan, dan bisul.

(Deon, dikutip dari berbagai sumber)




Related posts
Jawa BaratNEWSSeputar Cianjur

Pemkab Cianjur Siapkan Lahan Relokasi Korban Bencana Longsor di Cibokor

1 Mins read
#INFOCJR – Pemkab Cianjur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur akan melakukan rapat bersama Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Camat dan…
Jawa BaratNEWSSeputar Cianjur

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab 6 PJU dan 8 Kapolsek

2 Mins read
#INFOCJR – Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai pimpin pelaksanaan sertijab sejumlah Pejabat Utama Polres Cianjur dan Kapolsek Jajaran yang bertempat di Lapangan…
Berita Covid-19Jawa BaratNEWSSeputar Cianjur

Satgas Covid-19 Kecamatan Cianjur Gencar Operasi Yustisi

1 Mins read
#INFOCJR  – Satgas Covid-19 Kecamatan Cianjur Kota melaksanakan operasi Yustisi sesuai dengan edaran Bupati Cianjur terkait larangan kerumunan, yang dilaksanakan pada Sabtu…